Teks Biografi: Dalai Lama
Biografi Dalai Lama:
Dalai
Lama
Dalai Lama lahir pada tanggal 6 Juli 1935 di sebuah keluarga petani yang berlokasi di Takster, Amdo,
daerah Timur Laut Tibet dengan nama Lhamo Thondup. Nama itu berganti menjadi Tenzin
Gyatso setelah terpilih sebagai reinkarnasi atau tulku dari Dalai Lama ke-13 dan
dipilih menjadi Dalai Lama ke-14. Tenzin Gyatso diangkat menjadi Dalai Lama
ke-14 sejak berusia 15 tahun berdasarkan wasiat dari Dalai Lama ke-13. Beliau juga termasuk pemimpin agama budha di Tibet. Selain
itu, beliau merupakan tokoh spiritual,
karismatik, dan toleran yang mengambil jalur tengah untuk perdamaian antara
China dan Tibet.
Tenzin kecil
bukanlah berasal dari kalangan yang berada. Dia tinggal di Desa Takster,
sebelah utara Tibet. Saat itu, beliau ditemukan tim pencari Dalai Lama sesuai
tradisi Tibet. Dengan tanda-tanda reinkarnasi yang dimilikinya, beliau dibawa
ke istana Kota Suci Lhasa untuk memulai latihan. Sementara beliau berada di
istana, keluarganya diberi tunjangan-tunjangan dan diperbolehkan menjenguk
Tenzin pada waktu tertentu saja.
Sejak usia 6
tahun Tenzin dipersiapkan khusus untuk belajar mengenai logika, budaya, seni
Tibet, sansekerta, pengobatan, dan Filosofi Budha. Tenzin belajar terus menerus
dan rela kehilangan masa kanak-kanaknya. Bahkan, beliau hanya bisa menyaksikan
anak-anak sebayanya bermain bersama teman-temannya dengan gembira dari balik pagar
istana.
Namun dengan penuh kesabaran dan
ketekunannya Tenzin kecil bisa menjalani semua kehidupannya. Hingga pada tahun
1950, saat tentara China memasuki Tibet dengan mengatasnamakan misi membebaskan
Tibet dari imperialisme dan agama, tiada pilihan lagi bagi para pemimpin Tibet
untuk melanggar tradisi dan mengangkat Tenzin yang kala itu masih berusia 15 tahun
untuk menggantikan Dalai Lama ke-14 namun pada usia tersebut beliau sudah
dianggap mampu.
Selama 9 tahun menjadi Dalai
Lama, beliau berhasil mengakomodasi keinginan China dan menjaga bangsa Tibet
tetap aman. Sayangnya, Mao Tse Tung menghapus usaha rekonsiliasi Tibet dan
China ketika meraka bertemu di Beijing. Mao Tse Tung berkata pada Tenzin bahwa
agama adalah racun. Membuat perdamaian antara Tibet dan China menjadi nihil.
Namun, Tenzin tak kenal lelah berjuang menciptakan perdamaian antara China dan
Tibet. Bahkan, beliau pergi ke India dengan berjalan kaki diikuti puluhan ribu
pengikutnya mendirikan pemerintahan Tbet dalam pengasingannya di India.
Dalam pengasingan inilah, beliau
membantu orang orang Tibet dan terus menjaga kemurnian kultur Tibet. Beliau
juga memberitahu dunia tentang kondisi sulit yang harus dihadapi oleh warga
Tibet. Dalai Lama mengajukan permintaan keadilan kepada PBB dan membujuk Dewan
Umum untuk memberkan reolusi perlindungan terhada orang-orang Tibet di tahun
1959, 1961, dan 1965. Bahkan beliau juga telah bertemu pemimpin politik dan
religius diseluruh dunia, antara lain Paus John Paul II. Sementara pemerintah
China berulang kali mencoba mendiskreditkan Dalai Lama Ke-14 ini, semangat para
pengikutnya semakin berkobar dan tidak pernah pudar.
Pada sebuah
kesempatan dalam suatu pertemuan, Tenzin dan para pegikutnya di Dharamsala,
Dalai Lama berpidato, “Ini adalah masa-masa yang paling sulit bagi
kita semua. Namun begitu, dalam masa-masa sulit ini, kalian tidak boleh
kehilangan harapan. Jangan pernah kehilangan keyakinan pada kebenaran”. Pidatonya
itulah yang menjadi penguat bagi pengikutnya agar mereka bisa kembali ke Tibet.
Tenzin terus
berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan China atas masalah Tibet. Pada tahun
1987, beliau mengajukan 5 poin kesepakatan dan meminta agar Tibet menjadi
wilayah damai, serta penghentian orang China (suku Han) ke Tibet.
Di tahun 1989 ,
beliau meraih hadiah Nobel Perdamaian karena kesabarannya dalam berjuang
melawan penindasan China terhadap Tibet. Dalai Lama hanya ingin Tibet menjadi
daerah otonom. Namun hingga 2004, Tibet terus mengaami keruntuhan. Di tahun
inilah, saat berkunjung ke Skotlandia berpidato ”Jika Anda menggunakan akal
sehat, adalah lebih baik untuk tetap menjaga kesabaran, harapan, dan
determinasi Anda. Sekali Anda menggunakan kekerasan, segala hal dengan mudah
akan lepas kontrol.”Katanya. Dan kesabaran itulah yang harus terus
dipertahankan bersama pengikutnya agar dapat memperoleh perdamaian antara Tibet
dengan China.
Pada Maret 2011, Dalai Lama ke-14
ini menyampaikan pendapat atas perubahan konstitusi dari pemerintahan Tibet
dalam pengasingan, yakni menghapus peran Dalai Lama sebagai Pemimpin negara dan
akan digantikan seorang pemimpin terpilih.
Dan pada akhirnya Dalai Lama
ke-14 inipun menyatakan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Tibet kepada
Parlemen Tibet di pengasingan Dharamsala, India pada 14 Maret 2011. Meski
demikian, ia tetap menjadi pemimpin agama dan terus berjuang untuk perdamaian
Tibet. “Saya akan kembali keTibet yang
merdeka. Begitu juga rakyatku,” ujar Dalai Lama. “Ya, saya punyaperasaan yang kuat akan hal
itu,” tandas Tenzin, Dalai Lama ke-14 yang sudah berusia 79
tahun.
Dalai Lama ke-14
ini sangat berjasa bagi Tibet. Beliau memang pantas meraih hadiah Nobel
Perdamaian berkat kesabarannya. Perjuangan yang dilakukaanya patut dicontoh dan
dikenang. Beliau juga banyak meninspirasi berbagai pemimpin-pemimpin bangsa
lainnya.
Struktur Teks:
1.
Orientasi
Dalai Lama lahir
pada tanggal 6 Juli 1935 di sebuah keluarga petani yang berlokasi di
Takster, Amdo, daerah Timur Laut Tibet dengan nama Lhamo Thondup. Nama itu berganti menjadi Tenzin
Gyatso setelah terpilih sebagai reinkarnasi atau tulku dari Dalai Lama ke-13 dan
dipilih menjadi Dalai Lama ke-14. Tenzin Gyatso diangkat menjadi Dalai Lama
ke-14 sejak berusia 15 tahun berdasarkan wasiat dari Dalai Lama ke-13. Beliau juga termasuk pemimpin agama budha di Tibet. Selain
itu, beliau merupakan tokoh spiritual,
karismatik, dan toleran yang mengambil jalur tengah untuk perdamaian antara
China dan Tibet.
2.
Peristiwa
dan Masalah
Tenzin kecil
bukanlah berasal dari kalangan yang berada. Dia tinggal di Desa Takster,
sebelah utara Tibet. Saat itu, beliau ditemukan tim pencari Dalai Lama sesuai
tradisi Tibet. Dengan tanda-tanda reinkarnasi yang dimilikinya, beliau dibawa
ke istana Kota Suci Lhasa untuk memulai latihan. Sementara beliau berada di
istana, keluarganya diberi tunjangan-tunjangan dan diperbolehkan menjenguk
Tenzin pada waktu tertentu saja.
Sejak usia 6 tahun Tenzin dipersiapkan
khusus untuk belajar mengenai logika, budaya, seni Tibet, sansekerta,
pengobatan, dan Filosofi Budha. Tenzin belajar terus menerus dan rela kehilangan
masa kanak-kanaknya. Bahkan, beliau hanya bisa menyaksikan anak-anak sebayanya
bermain bersama teman-temannya dengan gembira dari balik pagar istana.
Namun dengan penuh kesabaran dan ketekunannya Tenzin kecil bisa
menjalani semua kehidupannya. Hingga pada tahun 1950, saat tentara China
memasuki Tibet dengan mengatasnamakan misi membebaskan Tibet dari imperialisme
dan agama, tiada pilihan lagi bagi para pemimpin Tibet untuk melanggar tradisi
dan mengangkat Tenzin yang kala itu masih berusia 15 tahun untuk menggantikan
Dalai Lama ke-14 namun pada usia tersebut beliau sudah dianggap mampu.
Selama 9 tahun menjadi Dalai Lama, beliau berhasil mengakomodasi
keinginan China dan menjaga bangsa Tibet tetap aman. Sayangnya, Mao Tse Tung
menghapus usaha rekonsiliasi Tibet dan China ketika meraka bertemu di Beijing. Mao
Tse Tung berkata pada Tenzin bahwa agama adalah racun. Membuat perdamaian
antara Tibet dan China menjadi nihil. Namun, Tenzin tak kenal lelah berjuang
menciptakan perdamaian antara China dan Tibet. Bahkan, beliau pergi ke India
dengan berjalan kaki diikuti puluhan ribu pengikutnya mendirikn pemerintahan
Tbet dalam pengasingannya di India.
Dalam pengasingan inilah, beliau membantu orang orang Tibet dan
terus menjaga kemurnian kultur Tibet. Beliau juga memberitahu dunis entang
kondisi sulit yang harus dihadapi oleh warga Tibet. Dalai Lama mengajukan
permintaan keadilan kepada PBB dan membujuk Dewan Umum untuk memberkan reolusi
perlindungan terhada orang-orang Tibet di tahun 1959, 1961, dan 1965. Bahkan
beliau juga telah bertemu pemimpin politik dan religious diseluruh dunia,
antara lain Paus John Paul II. Smentara pemerintah China berulang kai mencoba
mendiskreditkan Dalai Lama Ke-14 ini, semangat para pengikutnya semakin
berkobar dan tidak pernah pudar.
Pada sebuah kesempatan dalam suatu pertemuan,
Tenzin dan para pegikutnya di Dharamsala, Dalai Lama berpidato, “Ini
adalah masa-masa yang paling sulit bagi kita semua. Namun begitu, dalam
masa-masa sulit ini, kalian tidak boleh kehilangan harapan. Jangan pernah kehilangan
keyakinan pada kebenaran”. Pidatonya itulah yang menjadi penguat bagi
pengikutnya agar mereka bisa kembali ke Tibet.
Tenzin terus berjuang untuk mencapai
kesepakatan dengan China atas masalah Tibet. Pada tahun 1987, beliau mengajukan
5 poin kesepakatan dan meminta agar Tibet menjadi wilayah damai, serta
penghentian orang China (suku Han) ke Tibet.
Di tahun 1989 , beliau meraih hadiah Nobel
Perdamaian karena kesabarannya dalam berjuang melawan penindasan China terhadap
Tibet. Dalai Lama hanya ingin Tibet menjadi daerah otonom. Namun hingga 2004, Tibet
terus mengaami keruntuhan. Di tahun inilah, saat berkunjung ke Skotlandia
berpidato ”Jika Anda menggunakan akal sehat, adalah lebih baik untuk tetap
menjaga kesabaran, harapan, dan determinasi Anda. Sekali Anda menggunakan
kekerasan, segala hal dengan mudah akan lepas kontrol.”Katanya. Dan
kesabaran itulah yang harus terus dipertahankan bersama pengikutnya agar dapat
memperoleh perdamaian antara Tibet dengan China.
Pada Maret 2011, Dalai Lama ke-14 ini menyampaikan pendapat atas
perubahan konstitusi dari pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yakni menghapus
peran Dalai Lama sebagai Pemimpin negara dan akan digantikan seorang pemimpin
terpilih.
Dan pada akhirnya Dalai Lama ke-14 inipun menyatakan pengunduran
dirinya sebagai pemimpin Tibet kepada Parlemen Tibet di pengasingan Dharamsala,
India pada 14 Maret 2011. Meski demikian, ia tetap menjadi pemimpin agama dan
terus berjuang untuk perdamaian Tibet. “Saya akan
kembali keTibet yang merdeka. Begitu juga rakyatku,” ujar
Dalai Lama. “Ya, saya
punyaperasaan yang kuat akan hal itu,” tandas Tenzin,
Dalai Lama ke-14 yang sudah berusia 79 tahun.
3.
Reorientasi
Dalai Lama
ke-14 ini sangat berjasa bagi Tibet. Beliau memang pantas meraih hadiah Nobel
Perdamaian berkat kesabarannya. Perjuangan yang dilakukaanya patut dicontoh dan
dikenang. Beliau juga banyak meninspirasi berbagai pemimpin-pemimpin bangsa
lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar