Penanaman
Banyak Pohon Demi Keteduhan dan Kesejukan
Barang siapa yang menanam pohon
dialah yang membangun kehidupan manusia, kata Bapak Drs.Sri Koentoro, selaku
guru PKN dan pengelola lingkungan SMPN 3 Pati. Kata-kata Bapak Sri Koentoro
ini, sangat cocok dengan kondisi lingkungan SMPN 3 Pati sekarang. Seiring
perkembangan lingkungan yang dahulunya masih banyak pepohonan sehingga udara
menjadi sejuk, sampai saat ini yang telah berubah menjadi gedung gedung yang menghabiskan
banyak pohon, SMPN 3 Pati ingin agar wilayah sekolahnya sejuk dengan menanam
dan melestarikan berbagai macam pohon.
Jerih payah seluruh warga sekolah
SMPN 3 Pati kini telah membuahkan hasil. Saat ini SMPN 3 Pati memiliki pohon
yang berjumlah lebih dari 500 pohon, dimana sejumlah kurang lebih 150 pohon tersebut
berdiameter lebih dari 50 cm. Selain jumlah pohon yang sudah ada, SMPN 3 Pati
berusaha menambah jumlah pohon dengan program satu orang satu pohon,
pembangunan green house, dan lain-lain.
Menurut Ibu Tumi, S.Pd yang telah menghitung jumlah
tumbuhan SMPN 3 Pati, program program tersebut membuahkan hasil yang luar
biasa. Program itu, memberikan kesejukan, dan keteduhan bagi penghuninya.
Namun, dengan banyaknya tumbuhan
di SMPN 3 Pati menyebabkan saat musim hujan tiba banyak ulat dan nyamuk di
pohon-pohon. Sebaliknya, disaat musim kemarau tiba, banyak semut yang berada di
pohon pohon sehingga saat siswa sedang menyapu di bawah pohon atau sekitarnya
akan digigit semut.
Masalah tersebut berusaha diatasi
oleh SMPN 3 Pati dengan cara mengadakan kegiatan kebersihan setiap hari sabtu
selama satu jam pelajaran tepatnya 40 menit. Selain upaya itu, SMPN 3 Pati juga
mewajibkan siswanya untuk mengambil minimal 5 buah sampah sebelum meninggalkan
lingkungan sekolah dan dibuang ke tempat sampah.
Meskipun banyak terdapat masalah
yang muncul akibat banyaknya pepohonan, SMPN 3 Pati tetap berusaha mengatasinya
dengan meningkatkan berbagai program dan berusaha untuk tidak mengurangi jumlah
pohon. Hal ini dikarenakan karena pohon mendukung terjadinya siklus pergantian
oksigen.

Siklus oksigen dapat terjadi dengan bantuan makhluk hidup. Tumbuhan menyerap karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang dapat dihirup manusia. Tanpa adanya oksigen, tentunya hewan dan manusia tidak bisa hidup. Pernyataan yang diungkapkan oleh Della siswi SMPN 3 Pati.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar