Senin, 25 April 2016

Teks Biografi: Dalai Lama
Biografi Dalai Lama:
Dalai Lama
       Dalai Lama lahir pada tanggal 6 Juli 1935 di sebuah keluarga petani yang berlokasi di Takster, Amdo, daerah Timur Laut Tibet dengan nama Lhamo Thondup. Nama itu berganti menjadi Tenzin Gyatso setelah terpilih sebagai reinkarnasi atau tulku dari Dalai Lama ke-13 dan dipilih menjadi Dalai Lama ke-14. Tenzin Gyatso diangkat menjadi Dalai Lama ke-14 sejak berusia 15 tahun berdasarkan wasiat dari Dalai Lama ke-13. Beliau juga termasuk pemimpin agama budha di Tibet. Selain itu, beliau merupakan tokoh spiritual, karismatik, dan toleran yang mengambil jalur tengah untuk perdamaian antara China dan Tibet.

     Tenzin kecil bukanlah berasal dari kalangan yang berada. Dia tinggal di Desa Takster, sebelah utara Tibet. Saat itu, beliau ditemukan tim pencari Dalai Lama sesuai tradisi Tibet. Dengan tanda-tanda reinkarnasi yang dimilikinya, beliau dibawa ke istana Kota Suci Lhasa untuk memulai latihan. Sementara beliau berada di istana, keluarganya diberi tunjangan-tunjangan dan diperbolehkan menjenguk Tenzin pada waktu tertentu saja.

     Sejak usia 6 tahun Tenzin dipersiapkan khusus untuk belajar mengenai logika, budaya, seni Tibet, sansekerta, pengobatan, dan Filosofi Budha. Tenzin belajar terus menerus dan rela kehilangan masa kanak-kanaknya. Bahkan, beliau hanya bisa menyaksikan anak-anak sebayanya bermain bersama teman-temannya dengan gembira dari balik pagar istana.
         
Namun dengan penuh kesabaran dan ketekunannya Tenzin kecil bisa menjalani semua kehidupannya. Hingga pada tahun 1950, saat tentara China memasuki Tibet dengan mengatasnamakan misi membebaskan Tibet dari imperialisme dan agama, tiada pilihan lagi bagi para pemimpin Tibet untuk melanggar tradisi dan mengangkat Tenzin yang kala itu masih berusia 15 tahun untuk menggantikan Dalai Lama ke-14 namun pada usia tersebut beliau sudah dianggap mampu.

Selama 9 tahun menjadi Dalai Lama, beliau berhasil mengakomodasi keinginan China dan menjaga bangsa Tibet tetap aman. Sayangnya, Mao Tse Tung menghapus usaha rekonsiliasi Tibet dan China ketika meraka bertemu di Beijing. Mao Tse Tung berkata pada Tenzin bahwa agama adalah racun. Membuat perdamaian antara Tibet dan China menjadi nihil. Namun, Tenzin tak kenal lelah berjuang menciptakan perdamaian antara China dan Tibet. Bahkan, beliau pergi ke India dengan berjalan kaki diikuti puluhan ribu pengikutnya mendirikan pemerintahan Tbet dalam pengasingannya di India.

Dalam pengasingan inilah, beliau membantu orang orang Tibet dan terus menjaga kemurnian kultur Tibet. Beliau juga memberitahu dunia tentang kondisi sulit yang harus dihadapi oleh warga Tibet. Dalai Lama mengajukan permintaan keadilan kepada PBB dan membujuk Dewan Umum untuk memberkan reolusi perlindungan terhada orang-orang Tibet di tahun 1959, 1961, dan 1965. Bahkan beliau juga telah bertemu pemimpin politik dan religius diseluruh dunia, antara lain Paus John Paul II. Sementara pemerintah China berulang kali mencoba mendiskreditkan Dalai Lama Ke-14 ini, semangat para pengikutnya semakin berkobar dan tidak pernah pudar.

    Pada sebuah kesempatan dalam suatu pertemuan, Tenzin dan para pegikutnya di Dharamsala, Dalai Lama berpidato, “Ini adalah masa-masa yang paling sulit bagi kita semua. Namun begitu, dalam masa-masa sulit ini, kalian tidak boleh kehilangan harapan. Jangan pernah kehilangan keyakinan pada kebenaran”. Pidatonya itulah yang menjadi penguat bagi pengikutnya agar mereka bisa kembali ke Tibet.

      Tenzin terus berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan China atas masalah Tibet. Pada tahun 1987, beliau mengajukan 5 poin kesepakatan dan meminta agar Tibet menjadi wilayah damai, serta penghentian orang China (suku Han) ke Tibet.

     Di tahun 1989 , beliau meraih hadiah Nobel Perdamaian karena kesabarannya dalam berjuang melawan penindasan China terhadap Tibet. Dalai Lama hanya ingin Tibet menjadi daerah otonom. Namun hingga 2004, Tibet terus mengaami keruntuhan. Di tahun inilah, saat berkunjung ke Skotlandia berpidato ”Jika Anda menggunakan akal sehat, adalah lebih baik untuk tetap menjaga kesabaran, harapan, dan determinasi Anda. Sekali Anda menggunakan kekerasan, segala hal dengan mudah akan lepas kontrol.”Katanya. Dan kesabaran itulah yang harus terus dipertahankan bersama pengikutnya agar dapat memperoleh perdamaian antara Tibet dengan China.

Pada Maret 2011, Dalai Lama ke-14 ini menyampaikan pendapat atas perubahan konstitusi dari pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yakni menghapus peran Dalai Lama sebagai Pemimpin negara dan akan digantikan seorang pemimpin terpilih.

Dan pada akhirnya Dalai Lama ke-14 inipun menyatakan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Tibet kepada Parlemen Tibet di pengasingan Dharamsala, India pada 14 Maret 2011. Meski demikian, ia tetap menjadi pemimpin agama dan terus berjuang untuk perdamaian Tibet. “Saya akan kembali keTibet yang merdeka. Begitu juga rakyatku,” ujar Dalai Lama. “Ya, saya punyaperasaan yang kuat akan hal itu,” tandas Tenzin, Dalai Lama ke-14 yang sudah berusia 79 tahun. 

          Dalai Lama ke-14 ini sangat berjasa bagi Tibet. Beliau memang pantas meraih hadiah Nobel Perdamaian berkat kesabarannya. Perjuangan yang dilakukaanya patut dicontoh dan dikenang. Beliau juga banyak meninspirasi berbagai pemimpin-pemimpin bangsa lainnya.


Struktur Teks:
1.            Orientasi

Dalai Lama lahir pada tanggal 6 Juli 1935 di sebuah keluarga petani yang berlokasi di Takster, Amdo, daerah Timur Laut Tibet dengan nama Lhamo Thondup. Nama itu berganti menjadi Tenzin Gyatso setelah terpilih sebagai reinkarnasi atau tulku dari Dalai Lama ke-13 dan dipilih menjadi Dalai Lama ke-14. Tenzin Gyatso diangkat menjadi Dalai Lama ke-14 sejak berusia 15 tahun berdasarkan wasiat dari Dalai Lama ke-13. Beliau juga termasuk pemimpin agama budha di Tibet. Selain itu, beliau merupakan tokoh spiritual, karismatik, dan toleran yang mengambil jalur tengah untuk perdamaian antara China dan Tibet.


2.            Peristiwa dan Masalah
Tenzin kecil bukanlah berasal dari kalangan yang berada. Dia tinggal di Desa Takster, sebelah utara Tibet. Saat itu, beliau ditemukan tim pencari Dalai Lama sesuai tradisi Tibet. Dengan tanda-tanda reinkarnasi yang dimilikinya, beliau dibawa ke istana Kota Suci Lhasa untuk memulai latihan. Sementara beliau berada di istana, keluarganya diberi tunjangan-tunjangan dan diperbolehkan menjenguk Tenzin pada waktu tertentu saja.
     Sejak usia 6 tahun Tenzin dipersiapkan khusus untuk belajar mengenai logika, budaya, seni Tibet, sansekerta, pengobatan, dan Filosofi Budha. Tenzin belajar terus menerus dan rela kehilangan masa kanak-kanaknya. Bahkan, beliau hanya bisa menyaksikan anak-anak sebayanya bermain bersama teman-temannya dengan gembira dari balik pagar istana.
    
Namun dengan penuh kesabaran dan ketekunannya Tenzin kecil bisa menjalani semua kehidupannya. Hingga pada tahun 1950, saat tentara China memasuki Tibet dengan mengatasnamakan misi membebaskan Tibet dari imperialisme dan agama, tiada pilihan lagi bagi para pemimpin Tibet untuk melanggar tradisi dan mengangkat Tenzin yang kala itu masih berusia 15 tahun untuk menggantikan Dalai Lama ke-14 namun pada usia tersebut beliau sudah dianggap mampu.

Selama 9 tahun menjadi Dalai Lama, beliau berhasil mengakomodasi keinginan China dan menjaga bangsa Tibet tetap aman. Sayangnya, Mao Tse Tung menghapus usaha rekonsiliasi Tibet dan China ketika meraka bertemu di Beijing. Mao Tse Tung berkata pada Tenzin bahwa agama adalah racun. Membuat perdamaian antara Tibet dan China menjadi nihil. Namun, Tenzin tak kenal lelah berjuang menciptakan perdamaian antara China dan Tibet. Bahkan, beliau pergi ke India dengan berjalan kaki diikuti puluhan ribu pengikutnya mendirikn pemerintahan Tbet dalam pengasingannya di India.

Dalam pengasingan inilah, beliau membantu orang orang Tibet dan terus menjaga kemurnian kultur Tibet. Beliau juga memberitahu dunis entang kondisi sulit yang harus dihadapi oleh warga Tibet. Dalai Lama mengajukan permintaan keadilan kepada PBB dan membujuk Dewan Umum untuk memberkan reolusi perlindungan terhada orang-orang Tibet di tahun 1959, 1961, dan 1965. Bahkan beliau juga telah bertemu pemimpin politik dan religious diseluruh dunia, antara lain Paus John Paul II. Smentara pemerintah China berulang kai mencoba mendiskreditkan Dalai Lama Ke-14 ini, semangat para pengikutnya semakin berkobar dan tidak pernah pudar.

     Pada sebuah kesempatan dalam suatu pertemuan, Tenzin dan para pegikutnya di Dharamsala, Dalai Lama berpidato, “Ini adalah masa-masa yang paling sulit bagi kita semua. Namun begitu, dalam masa-masa sulit ini, kalian tidak boleh kehilangan harapan. Jangan pernah kehilangan keyakinan pada kebenaran”. Pidatonya itulah yang menjadi penguat bagi pengikutnya agar mereka bisa kembali ke Tibet.

     Tenzin terus berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan China atas masalah Tibet. Pada tahun 1987, beliau mengajukan 5 poin kesepakatan dan meminta agar Tibet menjadi wilayah damai, serta penghentian orang China (suku Han) ke Tibet.

     Di tahun 1989 , beliau meraih hadiah Nobel Perdamaian karena kesabarannya dalam berjuang melawan penindasan China terhadap Tibet. Dalai Lama hanya ingin Tibet menjadi daerah otonom. Namun hingga 2004, Tibet terus mengaami keruntuhan. Di tahun inilah, saat berkunjung ke Skotlandia berpidato ”Jika Anda menggunakan akal sehat, adalah lebih baik untuk tetap menjaga kesabaran, harapan, dan determinasi Anda. Sekali Anda menggunakan kekerasan, segala hal dengan mudah akan lepas kontrol.”Katanya. Dan kesabaran itulah yang harus terus dipertahankan bersama pengikutnya agar dapat memperoleh perdamaian antara Tibet dengan China.

Pada Maret 2011, Dalai Lama ke-14 ini menyampaikan pendapat atas perubahan konstitusi dari pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yakni menghapus peran Dalai Lama sebagai Pemimpin negara dan akan digantikan seorang pemimpin terpilih.

Dan pada akhirnya Dalai Lama ke-14 inipun menyatakan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Tibet kepada Parlemen Tibet di pengasingan Dharamsala, India pada 14 Maret 2011. Meski demikian, ia tetap menjadi pemimpin agama dan terus berjuang untuk perdamaian Tibet. “Saya akan kembali keTibet yang merdeka. Begitu juga rakyatku,” ujar Dalai Lama. “Ya, saya punyaperasaan yang kuat akan hal itu,” tandas Tenzin, Dalai Lama ke-14 yang sudah berusia 79 tahun. 
3.            Reorientasi

Dalai Lama ke-14 ini sangat berjasa bagi Tibet. Beliau memang pantas meraih hadiah Nobel Perdamaian berkat kesabarannya. Perjuangan yang dilakukaanya patut dicontoh dan dikenang. Beliau juga banyak meninspirasi berbagai pemimpin-pemimpin bangsa lainnya.

Sabtu, 23 April 2016

Feature

Penanaman Banyak Pohon Demi Keteduhan dan Kesejukan


Barang siapa yang menanam pohon dialah yang membangun kehidupan manusia, kata Bapak Drs.Sri Koentoro, selaku guru PKN dan pengelola lingkungan SMPN 3 Pati. Kata-kata Bapak Sri Koentoro ini, sangat cocok dengan kondisi lingkungan SMPN 3 Pati sekarang. Seiring perkembangan lingkungan yang dahulunya masih banyak pepohonan sehingga udara menjadi sejuk, sampai saat ini yang telah berubah menjadi gedung gedung yang menghabiskan banyak pohon, SMPN 3 Pati ingin agar wilayah sekolahnya sejuk dengan menanam dan melestarikan berbagai macam  pohon.
Jerih payah seluruh warga sekolah SMPN 3 Pati kini telah membuahkan hasil. Saat ini SMPN 3 Pati memiliki pohon yang berjumlah lebih dari 500 pohon, dimana sejumlah kurang lebih 150 pohon tersebut berdiameter lebih dari 50 cm. Selain jumlah pohon yang sudah ada, SMPN 3 Pati berusaha menambah jumlah pohon dengan program satu orang satu pohon, pembangunan green house, dan lain-lain.

 Menurut Ibu Tumi, S.Pd yang telah menghitung jumlah tumbuhan SMPN 3 Pati, program program tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Program itu, memberikan kesejukan, dan keteduhan bagi penghuninya.
Namun, dengan banyaknya tumbuhan di SMPN 3 Pati menyebabkan saat musim hujan tiba banyak ulat dan nyamuk di pohon-pohon. Sebaliknya, disaat musim kemarau tiba, banyak semut yang berada di pohon pohon sehingga saat siswa sedang menyapu di bawah pohon atau sekitarnya akan digigit semut. 
Masalah tersebut berusaha diatasi oleh SMPN 3 Pati dengan cara mengadakan kegiatan kebersihan setiap hari sabtu selama satu jam pelajaran tepatnya 40 menit. Selain upaya itu, SMPN 3 Pati juga mewajibkan siswanya untuk mengambil minimal 5 buah sampah sebelum meninggalkan lingkungan sekolah dan dibuang ke tempat sampah.
Meskipun banyak terdapat masalah yang muncul akibat banyaknya pepohonan, SMPN 3 Pati tetap berusaha mengatasinya dengan meningkatkan berbagai program dan berusaha untuk tidak mengurangi jumlah pohon. Hal ini dikarenakan karena pohon mendukung terjadinya siklus pergantian oksigen.

Siklus oksigen dapat terjadi dengan bantuan makhluk hidup. Tumbuhan menyerap karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang dapat dihirup manusia. Tanpa adanya oksigen, tentunya hewan dan manusia tidak bisa hidup. Pernyataan yang diungkapkan oleh Della siswi SMPN 3 Pati.

          Penyataan yang diungkapkan Della tersebut terbukti kebenarannya. Karena lingkungan sekolah SMPN 3 Pati sangat sejuk dan teduh akibat banyaknya jumlah pepohonan. 

Jumat, 11 Maret 2016

SMP Negeri 3 Pati peraih GSA UNNES 2016



MENUJU SEKOLAH HIJAU
MENUJU SEKOLAH HIJAU
Apakah yang di maksud sekolah Hijau?
Pengertian hijau di sini bukan sekolah yang di cat temboknya berwarna hijau, atau sekolah yang banyak tanamannya bahkan bukan sekolah yang menggunakan seragam serba hijau, namun identitas hijau di sini merupakan gerakan untuk menerapkan konsep pengelolaan,pelestarian dan perlindungan terhadap lingkungan khususnya kawasan sekolah dan sekitarnya.

Tujuannya apa Sekolah Hijau ?
Sekolah yang menggunakan pendekatan belajar belajarnya dengan konsep pengelolaan terhadap lingkungan maka :
1. Menjadikan suasana kegiatan belajar mengajar yang nyaman.
2. Meningkatkan kesehatan bagi seluruh warga sekolah.
3. Membangun karakter siswa cinta terhadap lingkungan.
4. Sumber pembelajaran yang nantinya dapat di lakukan penerapannya di rumah siswa masing-masing.
5. Mendorong percepatan gerakan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
6. Lingkungan sekolah terlihat bersih,hijau dan enak di pandang sehingga siapapun betah / tinggal berlama-lama di sekolah.

Ciri-ciri sekolah Hijau :
1. Sekolahan bersih,hijau,sehat dan menyenangkan
2. Memiliki peraturan dan kebijakan menyangkut masalah lingkungan ( misalnya tentang sampah,effisiensi air,energi, kantin,dll)
3. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti :ruang pembibitan, alat kebersihan /sapu dll, tempat sampah terpilah, komposter ( sarana pengelola sampah organik ), Lubang Biopori (untuk resapan dan pengolah sampah organik ) dan lainnya.
4. Memiliki program kegiatan yang reguler baik jangka pendek,menengah dan panjang.
5. Memiliki pedoman pembelajaran siswa terkait pengelolaan lingkungan baik secara monolitik maupun terintegrasi.
6. Memiliki sumberdaya manusia ( Kepala sekolah,guru,staf, dan komite ) yang memiliki keahlian di bidang pendidikan lingkungan hidup, setidaknya pernah dan selalu melakukan pelatihan atau bimbingan tehnis yang berkesinambungan di tandai sertifikat kegiatan.
7. Memiliki perencanaan anggaran pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan baik dalam mengembangkan kapasitas guru dan siswa maupun terhadap kelengkapan sarana prasarana sekolah.
8. Memiliki Sekretariat khusus yang di dalamnya ada tim pengelola kegiatan hingga penugasan untuk pendokumentasian menyeluruh.

Bagaimana Caranya menuju sekolah Hijau ?
Sangat mudah jawabnya, karena hampir di setiap sekolah telah memiliki kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah  karena hampir setiap tahun sekolah memiliki agenda penyusunan RAKS ( Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah ). di mana telah terdapat temuan-temuan yang menyangkut pemeliharaan,pengadaan dan kebutuhan yang di identifikasi sebagai usulan kepada panitia/tim sekolah.
Misalkan :
1. Ada permasalahan genangan air maka ada usulan perbaikan sanitasi di lingkungan sekolah.
2. Sering terjadi pemadaman listrik akibat terlalu besar beban sehingga ada rencana penambahan daya atau di temukan solusi lain?
3. Siswa terkena penyakit DB sehingga sering di galakkan kebersihan lingkungan , maka di jadwal kegiatan kebersihan di sekolah?
4. Pengambilan sampah dari dinas terkait sering terlambat atau petugas yang sering membuang sampah selalu absen sehingga sampah menumpuk maka ada usulan untuk mengelola sampah di dalam sekolah seperti dengan komposter atau dengan metoda komunal lainnya bahkan menerapkan sistem bank sampah guna mengelola sampah an organiknya.
Dan masih banyak usulan maupun contoh-contoh yang menjadi kebutuhan sekolah menyangkut kegiatan lingkungan. karena keawaman tentang management sekolah hijau maka tidak pernah alokasi penganggarana tersebut di buat khusus melainkan masih bercampur dengan kegiatan lainnya.
Setelah di identifikasi temuan permasalahan dan perencanaan kegiatan sekolah maka akan di cermati kembali apakah tiap temuan tersebut dapat di laksanakan agar tujuan dari perencanaan program berhasil sesuai dengan tujuannya. untuk itu sekolah memiliki startegi untuk mengangkat program tersebut menjadi bagian pembelajaran kepada siswa sehingga harapannya siswa mampu melaksanakan dengan penuh kesadaran di sekolah bahkan siswa akan terbiasa melakukan di mana saja termasuk di rumah.

Kapan sebaiknya mulai di bangun sekolah Hijau ?
Setiap saat, atau sangat ideal di mulai saat tahun pelajaran baru. sehingga sekolah tidak akan merasa kesulitan dalam melaksanakan kegiatan dan kebutuhan penggarannya.
Apabila sekolah memiliki komitmen di pertengahan tahun pelajaran maka akan di lakukan penyesuaian kegiatan-kegiatan pra/sebelum program sekolah hijau di laksanakan, mulai dengan melakukan identifikasi masalah lingkungan , tim yang akan terlibat, metoda pelaksanaan , penggaran dan lain-lainya termasuk  upaya mengintegrasian dalam mata pelajaran ataupun membuat kegiatan ektrakurikuler yang berkesinambungan .

Kesimpulan :

Bukan "Hal Baru "
Mudah
Tidak Mahal
Konsep sekolah berwawasan lingkungan sudah ada di dalam kegiatan sekolah namun tidak terindentifikasi secara jelas bahwa kegiatan tersebut termasuk sekolah peduli berbudaya dan cinta lingkungan. Hal ini di karenakan :
·         Sekolah masih awam terkait program Adiwiiyata dari KLH.
·         Sekolah belum tertarik mengikuti kegiatan sekolah berwawasan lingkungan.

Karena semua kegiatan pembelajaran siswa sudah diterapkan oleh sekolah pada umumnya, hanya lebih menfokuskan rencana agenda kegiatan yang sejalan dengan Semua biaya dari kegiatan sekolah berwawasan lingkungan sebagaimana yang tercantum dalam indikator sekolah adiwiyata sebesar 20% telah ada dalam petunjuk penggunaan anggaran di 8 SNP.


RAKS maka konsep sekolah peduli,berbudaya dan cinta lingkungan akan terus berkesinambungan dengan baik